Satu Tujuan, Dijalankan Bersama

Setiap anak membutuhkan dukungan yang sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan kehidupan sehari-harinya. Agar dukungan tidak berjalan sendiri-sendiri, keluarga dan sekolah perlu menentukan apa yang penting bagi anak, kemampuan apa yang ingin dikembangkan, dan bagaimana keduanya dapat mendukung secara selaras.

Program Bersama membantu keluarga dan sekolah mengubah tujuan yang disepakati menjadi langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan anak.

Kenali Program Bersama Lihat Contoh Program
Keluarga dan sekolah berkolaborasi setara untuk anak
PENGERTIAN DASAR

Dari Kesepakatan Menjadi Dukungan Nyata

Apa Itu Program Bersama?

Program Bersama adalah rencana dukungan yang disusun dan dijalankan bersama oleh keluarga dan sekolah untuk membantu anak mengembangkan kemampuan yang dianggap penting dalam kehidupannya.

Program dimulai dengan mengenali kemampuan dan kebutuhan anak. Keluarga dan sekolah kemudian menentukan prioritas, menyepakati tujuan yang realistis, memilih strategi yang sesuai, serta bersama-sama melihat perkembangannya.

Bukan Memindahkan Sekolah ke Rumah
Bukan Memindahkan Sekolah ke Rumah

Program Bersama bukan menjadikan rumah seperti kelas, melainkan memberi kesempatan anak mempraktikkan keterampilan dalam situasi nyata.

Kemitraan yang Setara
Kemitraan yang Setara

Keluarga dan sekolah saling mendengarkan. Program dirumuskan bersama berdasarkan kebutuhan anak, bukan instruksi sepihak dari sekolah.

Dukungan Nyata & Berkelanjutan
Dukungan Nyata & Berkelanjutan

Menghubungkan target belajar di kelas dengan pembiasaan di rumah sehingga anak merasa aman, konsisten, dan semakin mandiri.

BUKAN SEKADAR DAFTAR TARGET

Program Bersama Bukan Sekadar Daftar Target

Program Bersama bukan sekadar daftar keterampilan yang harus dikuasai anak, pekerjaan rumah tambahan untuk keluarga, atau program sekolah yang dipindahkan ke rumah.

Kemampuan Anak
Kebutuhan Kehidupan
Prioritas Bersama
Dukungan yang Sesuai
Perkembangan

Rencana perlu tetap terhubung dengan keterlibatan nyata dalam kehidupan anak, bukan hanya memilih target yang mudah ditulis atau diukur.

MENGAPA PROGRAM BERSAMA PENTING?

Anak Menjalani Satu Kehidupan, Bukan Dua Dunia yang Terpisah

Menyatukan Prioritas

Sekolah melihat kebutuhan anak dari proses pembelajaran, sedangkan keluarga melihatnya dari kehidupan sehari-hari. Program Bersama mempertemukan kedua perspektif.

Dukungan Konsisten

Anak memperoleh kesempatan menggunakan kemampuan yang sama pada berbagai situasi dengan dukungan yang selaras.

Kehidupan Nyata

Keterampilan seperti makan, berkomunikasi, menggunakan uang, berpakaian, atau menyelesaikan tugas menjadi lebih bermakna ketika dapat digunakan dalam aktivitas nyata.

Melihat Perkembangan

Program yang jelas membantu keluarga dan sekolah mengetahui apa yang sedang dikembangkan, bantuan yang masih diperlukan, dan kapan strategi perlu disesuaikan.

PRINSIP PROGRAM BERSAMA ZUHARO

Program yang Baik Berangkat dari Kehidupan Anak

Tujuh fondasi utama yang menjaga agar kesepakatan keluarga–sekolah selalu realistis dan bermakna:

Prinsip Maknanya
Berdasarkan kebutuhan anak Program dimulai dari hal yang benar-benar membutuhkan dukungan, bukan semata dari label diagnosis.
Berorientasi pada kemampuan Perencanaan memperhatikan apa yang sudah dapat dilakukan, minat, preferensi, kekuatan, dan kemampuan yang sedang berkembang.
Fungsional Keterampilan mempunyai kegunaan nyata bagi kehidupan anak.
Realistis Target dapat dilakukan sesuai kondisi anak, keluarga, dan sekolah.
Relevan dengan kehidupan sehari-hari Anak mempunyai kesempatan menggunakan keterampilan dalam rutinitas nyata.
Dapat dilakukan di rumah dan sekolah Tidak harus berupa aktivitas yang sama, tetapi keterampilan atau prinsip dukungannya dapat diterapkan di berbagai lingkungan.
Dapat diamati perkembangannya Perubahan dapat dikenali melalui perilaku atau kemampuan yang terlihat.

Program tidak harus banyak. Lebih baik memilih kemampuan yang penting dan dapat dilakukan secara konsisten daripada mempunyai banyak target yang sulit diterapkan.

MULAI DARI KEKUATAN ANAK

Jangan Hanya Bertanya “Apa yang Belum Bisa?”

Sebelum menentukan program, keluarga dan sekolah perlu mengenali apa yang sudah dimiliki anak:

Sudah dapat dilakukan

Apa yang sudah dapat dilakukan anak tanpa bantuan?

Prioritas

Sedang berkembang

Apa yang mulai dapat dilakukan dengan sedikit bantuan?

Alur Latihan

Minat

Aktivitas apa yang membuat anak tertarik dan mau terlibat?

Suara Anak

Preferensi

Bagaimana anak lebih nyaman belajar atau melakukan sesuatu?

Konteks Nyata

Dukungan efektif

Bantuan apa yang membuat anak berhasil tanpa mengambil alih?

Jenis Bantuan
MENENTUKAN PRIORITAS

Tidak Semua Hal Harus Dilatih Sekaligus

Setelah mengenali kemampuan dan kebutuhan anak, keluarga dan sekolah memilih kemampuan yang paling penting untuk dikembangkan terlebih dahulu:

1

Apakah ini penting bagi kehidupan anak?

Apakah kemampuan tersebut membantu anak melakukan aktivitas yang memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?

Area Program
2

Apakah membantu anak lebih mandiri?

Apakah kemampuan tersebut dapat mengurangi ketergantungan yang sebenarnya sudah bisa mulai dikurangi?

Kemandirian
3

Apakah digunakan di lebih dari satu lingkungan?

Apakah kemampuan tersebut berguna di rumah, sekolah, atau masyarakat?

Dua Peran
4

Apakah sesuai dengan kemampuan saat ini?

Apakah terdapat keterampilan awal yang memungkinkan anak mulai mempelajarinya?

Kekuatan Anak
5

Apakah anak dan keluarga menganggapnya penting?

Apakah keterampilan tersebut sesuai dengan kebutuhan, rutinitas, nilai, dan prioritas keluarga?

Prioritas Keluarga

Semakin banyak jawaban “Ya”, semakin kuat alasan keterampilan tersebut dipertimbangkan sebagai prioritas Program Bersama.

Catatan: Panduan ini membantu diskusi keluarga–sekolah, bukan alat penilaian atau diagnosis.

DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Dari “Target Anak” Menjadi “Dukungan yang Dibutuhkan”

ZUHARO tidak berhenti pada pernyataan bahwa anak “belum mampu”. Pertanyaan berikutnya adalah dukungan apa yang dibutuhkan agar anak dapat melakukan keterampilan dengan lebih baik.

Bukan hanya:

“Anak belum bisa berbelanja sendiri.”

Dilanjutkan menjadi:

“Anak sudah dapat memilih barang dan menyerahkan uang, tetapi membutuhkan dukungan untuk membaca harga dan menghitung uang kembalian.”

Selanjutnya tanyakan: dukungan apa yang dapat diberikan, di mana keterampilan itu dapat dilatih, dan bagian mana yang dapat dilakukan anak sendiri.

Fokusnya bukan memberi label “belum mampu”, tetapi memahami dukungan yang diperlukan.

AREA PROGRAM

Apa yang Dapat Dikembangkan Bersama?

Enam pilar perkembangan untuk pembelajaran dan kemandirian nyata anak

Kemandirian

1. Kemandirian

Makan, berpakaian, kebersihan diri, toileting, merawat barang, dan perawatan diri.

Komunikasi

2. Komunikasi

Meminta, menolak, memilih, menyampaikan kebutuhan, bertanya, menjawab, dan meminta bantuan.

Sosial

3. Sosial

Berinteraksi, mengikuti aturan, menunggu giliran, bekerja bersama, dan membangun hubungan.

Akademik Fungsional

4. Akademik Fungsional

Menggunakan membaca, menulis, angka, waktu, dan uang dalam kehidupan sehari-hari.

Keterampilan Hidup

5. Keterampilan Hidup

Memasak sederhana, membersihkan lingkungan, berbelanja, menggunakan fasilitas umum, menjaga keselamatan, dan berpartisipasi di masyarakat.

Pra-vokasional dan Vokasional

6. Pra-vokasional & Vokasional

Mengikuti instruksi kerja, menyelesaikan tugas, menggunakan alat, menjaga kualitas kerja, bekerja bersama, dan membangun kebiasaan kerja.

Berbeda Peran, Satu Tujuan

Peran Keluarga & Sekolah

Keluarga dan sekolah berada pada posisi yang setara. Keduanya saling melengkapi perspektif tanpa salah satu pihak mendikte pihak lain:

KELUARGA

  • Berbagi informasi tentang kehidupan sehari-hari anak
  • Menyampaikan kebutuhan dan prioritas keluarga
  • Memberikan kesempatan anak menggunakan keterampilan dalam rutinitas rumah
  • Mengamati apa yang berhasil atau sulit di rumah
  • Memberikan umpan balik
  • Ikut menentukan keputusan berikutnya

SEKOLAH

  • Berbagi hasil pengamatan dan pembelajaran
  • Membantu mengidentifikasi kemampuan yang perlu dikembangkan
  • Merancang dan mencoba strategi pembelajaran
  • Mengamati respons dan perkembangan di sekolah
  • Memberikan panduan strategi yang dapat diterapkan
  • Ikut menentukan keputusan berikutnya

ANAK: KemampuanKebutuhanMinatPartisipasiKemandirian

ANAK JUGA PERLU DIDENGAR

Program Bersama Dilakukan untuk Anak, Sebaiknya Juga Bersama Anak

Sejauh kemampuan dan cara komunikasinya memungkinkan, anak perlu memperoleh kesempatan untuk menunjukkan apa yang disukai, memilih, mengatakan tidak, menyampaikan kebutuhan, menentukan kegiatan yang bermakna, dan terlibat dalam keputusan yang menyangkut kehidupannya:

Pilihan & Minat

Menunjukkan pilihan dan minat yang disukai.

Kekuatan Anak

Alternatif Sederhana

Memilih di antara alternatif sederhana yang diberikan.

Alur Program

Sistem Komunikasi

Menggunakan kata, gestur, gambar, atau media yang dimiliki.

Dukungan AAC

Disukai atau Dihindari

Menunjukkan aktivitas yang disukai atau dihindari.

Contoh Nyata

Keterlibatan Keputusan

Terlibat dalam keputusan sesuai tingkat pemahamannya.

Kolaborasi
ALUR PENYUSUNAN PROGRAM

Alur Penyusunan Program Bersama

Tujuh langkah terpadu untuk menyusun dukungan yang berkelanjutan:

KENALI PRIORITASKAN SEPAKATI DUKUNG LAKUKAN AMATI EVALUASI
1

Kenali Kemampuan

Apa yang sudah dapat dilakukan anak? Apa kekuatan, minat, dan dukungan yang efektif?

2

Tentukan Prioritas

Kemampuan apa yang paling penting bagi kehidupan anak saat ini?

3

Sepakati Tujuan

Apa perubahan yang ingin dicapai bersama?

4

Pilih Strategi

Bagaimana anak akan dibantu belajar secara bertahap?

5

Laksanakan Bersama

Berikan kesempatan dalam rutinitas dan lingkungan yang relevan di rumah dan sekolah.

6

Pantau

Apa yang mulai berubah? Bantuan apa yang masih dibutuhkan?

7

Evaluasi

Apakah program dilanjutkan, strategi disesuaikan, atau prioritas baru ditentukan?

TUJUAN YANG BAIK

Tujuan Perlu Terlihat dalam Kehidupan Anak

Tujuan yang baik sebaiknya menjelaskan kemampuan apa yang ingin dilakukan anak, dalam situasi apa, dengan tingkat bantuan seperti apa, dan bagaimana kita mengetahui ada perkembangan.

Terlalu umum:

“Meningkatkan kemandirian anak.”

Lebih jelas:

“Anak menggunakan sendok untuk makan dengan bantuan verbal maksimal dalam rutinitas makan.”

Contoh lain:

“Anak meminta bantuan menggunakan kata, gestur, atau media komunikasinya ketika mengalami kesulitan.”

Rumusan tujuan yang baik menunjukkan: kemampuan • situasi • tingkat bantuan • cara melihat perkembangan.

SELARAS TIDAK BERARTI SERAGAM

Selaras Tidak Berarti Seragam

Program Bersama tidak berarti aktivitas di rumah dan sekolah harus persis sama. Yang penting adalah kemampuan yang dilatih dan prinsip dukungannya saling terhubung.

Tujuan Di Sekolah Di Rumah / Masyarakat
Menggunakan uang Sekolah
Membeli makanan di kantin.
Rumah / Masyarakat
Membayar barang di warung atau minimarket.
Meminta bantuan Sekolah
Meminta bantuan membuka kotak makan.
Rumah
Meminta bantuan mengambil benda yang sulit dijangkau.

Penggunaan kemampuan dalam berbagai lingkungan membantu anak memahami bahwa keterampilan dapat digunakan pada situasi yang berbeda.

CONTOH PROGRAM BERSAMA

Contoh Program Bersama

Empat gambaran konkret bagaimana target fungsional dirancang dan diterapkan bersama:

Makan Mandiri

Kemampuan: Menggunakan sendok dalam aktivitas makan.

Konteks: Sekolah (istirahat) • Rumah (makan bersama).

Dukungan: Waktu mencoba → verbal/gestur → bantuan jika perlu.

Perkembangan: Lebih banyak langkah mandiri & berkurangnya bantuan.

Berpakaian

Kemampuan: Memakai baju berkancing.

Konteks: Sekolah (bina diri) • Rumah (rutinitas pagi).

Dukungan: Task analysis, modelling, prompting, fading.

Perkembangan: Jumlah kancing terpasang mandiri bertambah.

Meminta Bantuan

Kemampuan: Mengkomunikasikan kebutuhan bantuan.

Konteks: Saat anak mengalami kesulitan dalam aktivitas nyata.

Dukungan: Kata, gestur, gambar, atau sistem komunikasi anak.

Perkembangan: Anak semakin spontan meminta bantuan sebelum frustrasi.

Berbelanja

Kemampuan: Memilih barang dan transaksi sederhana.

Konteks: Sekolah (kantin/simulasi) • Masyarakat (warung/minimarket).

Dukungan: Memilih, komunikasi harga, serah-terima uang.

Perkembangan: Semakin banyak bagian transaksi dilakukan sendiri.

PEMANTAUAN BERKELANJUTAN

Perkembangan Tidak Hanya “Bisa” atau “Belum Bisa”

Pemantauan Program Bersama berfokus pada apa yang berubah dan dukungan apa yang masih diperlukan, bukan semata memberi label berhasil atau gagal.

Perubahan Bantuan

Bantuan fisik berubah menjadi bantuan gestur atau verbal.

Pertambahan Langkah

Jumlah langkah yang dilakukan anak secara mandiri bertambah.

Generalisasi

Keterampilan yang muncul di sekolah mulai dipraktikkan di rumah.

Inisiatif Mandiri

Anak mulai melakukan tanpa selalu diingatkan orang dewasa.

Konsistensi

Kemampuan dilakukan lebih stabil dan konsisten dari hari ke hari.

Pelajari Perkembangan Anak
KOMUNIKASI KELUARGA & SEKOLAH

Komunikasi Membantu Program Tetap Hidup

Program tidak berhenti setelah tujuan disepakati. Keluarga dapat menemukan bahwa strategi tertentu lebih mudah dilakukan di rumah, sementara guru dapat melihat bahwa anak membutuhkan dukungan berbeda di sekolah. Informasi tersebut perlu dibagikan agar program terus disesuaikan.

WEBSITE ZUHARO

Mempelajari konsep, strategi, contoh, dan sumber belajar.

WHATSAPP

Bertanya, berbagi informasi, mengisi perkembangan, melaporkan kegiatan, dan memberi umpan balik.

Program yang baik bukan program yang tidak pernah berubah. Program yang baik berubah mengikuti perkembangan dan kebutuhan anak.

TUMBUH BERSAMA

Dari “Program untuk Anak” Menjadi “Program Bersama Anak”

Ketika keluarga dan sekolah memahami kemampuan anak, menentukan apa yang penting, menggunakan strategi yang selaras, dan bersama-sama melihat perkembangan, program tidak lagi menjadi tugas salah satu pihak. Ia menjadi kesepakatan bersama untuk menciptakan lebih banyak kesempatan bagi anak belajar, berpartisipasi, dan semakin mandiri. Kenali bersama. Sepakati bersama. Lakukan bersama. Tumbuh bersama.

Sepakati
Tujuan Bersama
Laksanakan
Strategi Selaras
Tumbuh
Mandiri Nyata
Pendampingan Komunitas Zuharo

Terhubung dengan ZUHARO

Diskusikan kolaborasi keluarga–sekolah dan dapatkan panduan belajar praktis bersama tim ZUHARO melalui WhatsApp.